Wonosari – (21/06) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan kegiatan pendidikan politik berbasis organisasi kemasyarakatan bersama Majelis Budhayana Indonesia di Vihara Giri Surya Wiloso Girikarto pada hari Senin, 20 Juni 2022.Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Gunungkidul H. Sunaryanta, Komisioner KPU Supami, S.Sos,Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Johan Eko Sudarto, S.Sos, M.H. dan anggota ormas MBI Gunungkidul.
Perwakilan MBI Lanjar, S.Pd. B dalam sambutannya menyampaikan bahwa jumlah Vihara di Kabupaten Gunungkidul sejumlah delapan. Menjadi suatu kehormatan Bupati Gunungkidul hadir menyapa umat Budha di Vihara Giri Surya, harapannya akan ada korelasi antara MBI dengan pemerintah sehingga dapat ikut serta membangun Gunungkidul umumnya dan MBI pada khususnya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Johan Eko Sudarto, S.Sos, M.H., dalam sambutannya menyampaikan kegiatan silaturahmi ormas MBI dengan Bupati Gunungkidul dalam rangka pendidikan politik harapannya dapat menjaga persatuan dan kesatuan dilingkungan masyarakat.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Bupati Gunungkidul H. Sunaryanta yakni partisipasi politik dan sinergitas masyarakat terlebih umat Budha sangat diperlukan untuk membangun Gunungkidul khususnya dan Indonesia pada umumnya. Bupati Gunungkidul berpesan SDM yang dimiliki umat Budha diharapkan dapat berpartisipasi dalam pembangunan daerah seperti mengikuti seleksi THL dan sejenisnya. Selanjutnya pentingnya merawat kebhinekaan, karena era globalisasi ini memberikan pengaruh besar dalam kehidupan bermasyarakat.
Terakhir acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber dari komisioner KPU Supami, S.Sos menjelaskan bahwa pentingnya partisipasi politik dalam kehidupan bermasyarakat. Selanjutnya menyampaikan tujuan pemilu diantaranya partisipasi politik dengan wujud bisa menjadi pemilih, penyelenggara maupun sebagai peserta pemilu. Disamping itu tujuan pemilu merupakan proses untuk membuka ruang bagi elit baik tingkat daerah maupun nasional. Terakhir pendidikan politik dan sarana perwujudan kedaulatan rakyat untuk memilih para representasi rakyar dalam konteks demokrasi perwakilan.